Kumpulan Puisi Memperingati Peristiwa G 30 S PKI Gugurnya Pahlawan Revolusi

Kumpulan Puisi Memperingati Peristiwa G 30 S PKI Gugurnya Pahlawan Revolusi

Kumpulan Puisi Memperingati Peristiwa G 30 S PKI Gugurnya Pahlawan Revolusi

Kumpulan Puisi Memperingati Peristiwa G 30 S PKI
Memasuki bulan September perasaan kita sering terbawa dengan lagu berjudul September Ceria yang dinyanyikan oleh Vina Panduwinata. Namun bagi bangsa Indonesia, bulan September terdapat hari dan tanggal yang merupakan sejarah kelam, pengalaman pahit bagi seluruh masyarakat Indonesia. Berdasarkan informasi dan data dari buku sejarah yang selama ini dipelajari di bangku sekolah, peristiwa G 30 S PKI merupakan peristiwa terbunuhnya enam pejabat tinggi di Angkatan Darat serta korban lainnya. Peristiwa ini terjadi pada malam tanggal 30 September sampai dinihari tanggal 1 Oktober 1965. Penculikan para jenderal yang dilakukan oleh Pasukan Pengawal Istana (Cakrabirawa) yang setia dan dekat dengan PKI (Partai Komunis Indonesia). Peristiwa G 30 S PKI ini merupakan bagian dari rencana kudeta yang akan dilakukan oleh PKI terhadap pemerintah.

Baca juga : Contoh 10 Puisi Kemerdekaan RI Ke 73 Tahun 2018

Peristiwa G30 S PKI merupakan pengalaman kelam yang dialami oleh bangsa Indonesia, para pejabat tinggi dan korban lainnya yang gugur akibat peristiwa ini kemudian disebut Pahlawan Revolusi. Terlepas dari keakuratan data dan informasi yang selama ini tertulis di buku sejarah dan diajarkan di bangku sekolah yang dikritisi oleh sebagian pihak, namun hal tersebut tetap tidak membuat kita mengabaikan bahwa pada saat tersebut telah gugur para panglima Angkatan Darat dan korban lainnya. Peristiwa G30 S PKI setiap tahunnya diperingati dengan melaksanakan upacara bendera, tabur bunga dan juga pemutaran film pemberontakan G 30 S PKI. Pemutaran film G30 S PKI ini mulai ditayangkan kembali sejak tahun 2017, setelah sebelumnya, pada masa reformasi 1998 sampai tahun 2016 pemutaran film G 30 S PKI dihentikan karena ditenggarai ada hal-hal yang tidak sesuai dengan fakta yang terjadi. Terlepas dari kontroversi tersebut, pemutaran film G 30 S PKI pada hakikatnya mengingatkan kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa telah terjadi peristiwa yang kelam yang menimpa para Pahlawan Revolusi dan ke depannya agar selalu waspada terhadap ancaman dan gerakan dari PKI (Partai Komunis Indonesia) maupun gerakan lainnya yang berpotensi mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) agar peristiwa tersebut tidak terjadi lagi di bumi Indonesia. Untuk melihat film pemberontakan G30 S PKI silahkan streaming filmnya di bawah ini.


Memperingati G30 S PKI tidak hanya dengan melaksanakan upacara bendera dan tabur bunga saja, bagian sebagian kalangan yang berjiwa seni dalam merangkai kata, peristiwa G 30 S PKI juga telah mengilhami para seniman puisi untuk menorehkan tinta menulis puisi tentang peristiwa G 30 S PKI dan para Pahlwan Revolusi. Dengan puisi kalbu kita tersentuh dan ikut merasakan betapa sedihnya, betapa kelamnya dan betapa kehilangannya bangsa Indonesia atas para Pahlawan Revolusi yang gugur dalam menunaikan tugasnya. Beberapa puisi dengan tema Pahlwan Revolusi telah dituliskan oleh para seniman puisi, sebagai pengingat kepada generasi penerus bahwa peristiwa G30 S PKI jangan sampai terjadi lagi di masa yang akan datang.

Baca juga : Contoh 5 Puisi Hari Pramuka Terbaru Memperingati Hari Pramuka 14 Agustus 2018

Beberapa puisi tentang G 30 S PKI bisa dibaca di bawah ini, puisi G30SPKI tersebut sebagai bentuk ekspresi dari para penciptanya. Puisi-puisi ini Masdinko dapatkan dari beberapa blog dari internet, puisi ini dilengkapi juga dengan nama penciptanya. Apabila ada yang merasa keberatan puisinya ditampilkan di blog ini, silahkan untuk menuliskan di kolom komentar.

PUISI BULAN MERAH
Matanya memerah
apakah ini angkara
ia dibakar matahari siang tadi
teriknya jelasnya membuatnya perih

Di selimut bergulung kepekatan malam
ia menimbun dendam
siang nanti
saat kau terlena wahai mentari
kan kuajak mendung mengkerudungi
hingga tuhanmu bersembunyi

ya, sekelumit kisah tersiksa
saat itu warnanya hanya darah
30 S PKI menyilat negeri
jelas genangnya masih kurasa hingga kini

Tapi, seperti bola salju
salah dan benar ada di abu-abu
politik senjʌta tanpa sekutu
jenderal-jenderal tenggelam di sumur kemudian
kaku

Lantas secuil hati resah
apakah ini karenamu pki
atau deret sejarah di kebiri
belokan dan turunannya tajam sekali
salah membaca
masuk jurang terhempas opini

Hanya doa dan pasrah kezdat tertinggi
ya robbi akhirkan segala trauma ini
berhentilah tuk saling menyalahkan
bulan merah nampak masih menari indah
dalam sinarannya
walau di tengah malam

Aku berkaca padamu
bulan merah yang tak pernah jemu
aku rindu pelukan mesra saudaraku

BKA
Batavia, 01 Oktober 2015
# sejarah kelabu
-----------------------------------------------------

PUISI REVOLUSI
OLEH :SIAMIR MARULAFAU

Tetesan air mataku sebening zam-zam
Mengalir bagai air terjun sigura-gura
Di kala jasad bersemayam di lubang buaya
Tak akan terhindarkan, para pahlawan gugur di medan perang
membela tanah air atas kekejaman para pengkhianat bangsa, Kᥱparat...
Darah-darah mengalir
tercecer di tanah kering
Seiring jiwa tak akan sirna sepajang perjuangan para pahlawan ...revolusi demi bangsa
Meskipun tulang belulang merapuh di tanah tak bersuluh
Aku tetap berjuang...
Sepanjang napas mendengung di udara Tuhan
Jika Tuhan sudah mulai bosan atas kekejaman dunia menguasai ...tahta kerajaan
Negaraku tak akan bergulir sampai akhir zaman
Akan kupertahankan, kuperjuangkan...
Gerakanmu akan kuhapuskan di bumi Indonesia pertiwi kucinta
Keguguran jasad membahana pada setiap jiwa
Menyiksa lara...
Membawa bara api dalam kemakmuran
mengapa di kau kejam?
Tak akan bersyukur dengan perjuangan 1945
Sungguh tercela...
Wahai anak bangsa...
Sadarlah sebelum napas terhempas di tanah diam tak berpilar
Dosa-dosa tak akan mengalir dalam tetesan darah para pahlawan
Seiring singa-singa meraung menerkam para pengkhianat bangsa
Tak akan kubiarkan dan tak akan kumaafkan,
Pengkhianat bangsa dan negara...
Keluar dari bumi ini...
Jangan sentuh tanah airku
Pergilah dari bumi pertiwi kucinta
Moga Tuhan melihat penyaksi sampai akhir zaman

pdlc/30/09/2015@siamir
-----------------------------------------------------

PUISI G-30S PKI
Oleh: Lupita

Angin mengaumkan bisikan dengan lantang
Sangkakalana menyambar dengan rentetan cahaya
Ancaman bagi mereka yang kokoh berdiri
Mencatat setiap momen berlangsung

Setiap pasang mata yang kupandang
melirik takut dalam balutan kain lusuh

Sarat simbol serta keperkasaan dibuktikan
Bergolak dalam jeritan nafsu hingar bingar
Menodai nusantara dengan kasut kemelut

Berdiri di atas tubuh mereka sendiri
Gegap gempita ramai para massa
Perubahan dimulai..

Waktu yang memilih siapa selanjutnya
Nampak tilas sebuah tragedi
Sisa kebiadaban kaum revolusi
Menggugah mendobrak sejarah bangsa ini.

-----------------------------------------------------

 Dingin G30S/PKI

Legam menggelayut diantara butiran malam
Merekah menampakkan indah purnama
Diantara pergantikan malam menjadi esok
Pergantian tiga puluh menjadi satu
Fajar mengakar tumbuh dewasa lenyapkan gulita
Jua enam perwira gagah perkasa
Bersama rekan kawan seperjuangan
Dalam buaian indah sang angan
Lawan datang membawa pedang dan senapan
Berjinjit mengendap-endap dalam pekat
Bercadar hitam bak perawan arab
Tiarap meloncat menaiki jendela
Mencengangkan setiap yang tak sengaja intip hitamnya
 Acungan senjata buat teriak apalagi berontak
Tak mampu terkata jua terlontah
Hanya bisa pasrah dalam dekap dingin amunisinya
Bukan hanya satu atau dua
Jadi tumbal keganasan kengerian
Tapi enam dan banyak lainnya
Di tembak, di seret, dan dibuang
Dalam suatu lembah yang mereka sebut “lubang buaya”
Bersama darah dan keringat basah
Juangkan amanat sang ibunda tercinta

Entah berapa boneka yang ikut dalam aksi
Hanya abu-abu tersisa sejarah mewarna
Hingga kini sang pahlawan tengah damai
Bersama selimut putih nan lembut
Peristiwa tak kunjung terpecah aslinya
Hanya bulan, bintang dan malam
Yang tau kebenaran akan semua
Dalang dan akteknya mungkin
Kini masih duduk, minum kopi, dan tertawa
Bersama komunitas komunis yang mereka prakarsa
Ahmad Yani, Suprapto, Tirtodarmo, Siswondo, Donald, Sutoyo
Dan kawan-kawan korban kudeta kepemimpinan
Menyisahkan mewangi harumnya perjuangan
Darah, tulang dan arwah mereka seakan tak berarti
Demi tegak kokoh dan perkasanya
pancasila dan undang-undang dasar 45
Demi balita garuda muda
Yang diharapkan perkasa nantinya
Yang tak takut acungan senjata bedebah
Dan mari kita seka luka duka mereka
Dengan sedikit anggukan kepala dan do’a
Biar mereka damai bersama

Sobekan kulit didada garuda mereka

http://alvin-seungjoo.blogspot.com

Demikian beberapa contoh puisi tentang G 30 S PKI dan puisi Pahlawan Revolusi. Semoga hadirnya puisi-puisi memperingati peristiwa G 30 S PKI ini membuat bangsa Indonesia dapat mengambil hikmahnya dan berusaha sekuat tenaga untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan NKRI. Semoga bermanfaat. Keep learning and sharing. 
Share this with short URL:
Get Short URL
loading short url
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments