Contoh Puisi Ayah Memperingati Hari Ayah Nasional 12 November

Contoh Puisi Ayah Memperingati Hari Ayah Nasional 12 November

Contoh Puisi Ayah Memperingati Hari Ayah Nasional 12 November

Memperingati Hari Ayah atau Father's Day memang belum biasa dilakukan di Indonesia. Peringatan Hari Ayah di Indonesia baru dilakukan pada tahun 2016 dan ditetapkan Hari Ayah Nasional pada tanggal 12 November. Ditetapkannya Hari Ayah di Indonesia ini sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan atas segala jasa, peran dan tanggung jawab seorang ayah baik di dalam keluarga sebagai seorang kepala keluarga maupun di lingkungan kerja sebagai pencari nafkah bagi keluarga. Peringatan hari ayah bukan berarti menyisihkan peran ibu dalam keluarga, ibu tetap memiliki peran sangat penting dalam keluarga yaitu yang melahirkan, merawat, mengasuh dan bersama ayah mendidik anak-anaknya. Bahkan dalam Islam disebutkan bahwa siapa yang harus dihormati diantara ayah dan ibu, maka Nabi Muhammad mengatakan Ibumu sebanyak 3 kali dan kemudian Ayahmu sebanyak 1 kali. Jadi intinya sebagai anak kita tetap harus menghormati yang menyayangi ayah dan ibu kita.

baca juga :  Hari Penting Pada Bulan November

Tiap keluarga dalam memperingati hari ayah berbeda-beda caranya, dari mulai hal yang biasa sampai yang luar biasa. Dari mulai memberi hadiah, mengajak piknik bersama keluarga, mengajak makan, dan bahkan membacakan puisi. Ya membacakan puisi hari ayah dapat menjadi hal yang berkesan buat seorang ayah apalagi yang membuat dan membacakan puisi ayah adalah anaknya sendiri. Pastinya seorang ayah akan merasa senang karena hari-hari di tempat kerjanya dihiasi dengan berbagai masalah pekerjaan, dengan mendengarkan puisi dari anaknya sendiri pasti akan membuat ayah berkesan dan  terharu.

baca juga : Daftar Hari Penting dan Hari Peringatan di Bulan September 2018

Lalu puisi yang bagaimanakah yang ingin kita bacakan buat ayah ? kalau berbicara puisi itu berbicara tentang seni dan berbicara tentang seni ya berbicara tentang hati kita dan perasaan kita. Buatlah puisi untuk ayah sesuai dengan apa yang kita rasakan tentang sosok ayah kita, apa kesan kita terhadap ayah, dan apa pendapat kita tentang ayah kita. Meskipun puisi ayah tentang perasaan kita terhadap ayah, namun hindari pandangan atau perasaan yang bernada negatif karena setiap ayah pasti tidak ada yang sempurna, ada kekurangannya, menuliskan hal yang menjadi kekurangannya hanya akan memperkeruh suasana jadi lebih baik hindari hal-hal yang menjadi kekurangan seorang ayah, soroti yang positifnya saja untuk menyenangkannya.

Baca juga : Inilah Daftar Hari Penting dan Bersejarah di Bulan Oktober

Bagaimana kalau kita tidak bisa membuat sebuah puisi yang bagus untuk ayah? jangan khawatir kita bisa mencari puisi yang sesuai di mesin pencari google, banyak kok contoh-contoh puisi untuk ayah dengan berbagai ragam isinya. Puisi ayah ada yang berisi penghargaan terhadap kerja keras ayah dalam menafkahi keluarga. Puisi ayah juga ada yang berisi doa untuk seorang ayah. Puisi ayah ada juga yang berisi ucapan terima kasih atas upaya seorang ayah dalam mendukung anak-anaknya. Untuk membantu anda menemukan puisi ayah dalam rangka peringatan hari ayah, saya coba informasikan disini, semoga ada yang cocok dan sesuai.

-------------------------------------------

Titip Rindu Buat Ayah

Di matamu masih tersimpan selaksa peristiwa
Benturan dan hempasan terpahat di keningmu
Kau nampak tua dan lelah, keringat mengucur deras
Namun kau tetap tabah hm...
Meski nafasmu kadang tersengal
Memikul beban yang makin sarat
Kau tetap bertahan

Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari
Kini kurus dan terbungkuk hm...
Namun semangat tak pernah pudar
Meski langkahmu kadang gemetar
Kau tetap setia

Ayah, dalam hening sepi kurindu
Untuk menuai padi milik kita
Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan
Anakmu sekarang banyak menanggung beban

Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari
Kini kurus dan terbungkuk hm...
Namun semangat tak pernah pudar
Meski langkahmu kadang gemetar
Kau tetap setia

oleh : Ebiet G. Ade

-------------------------------------------

Ayah
Dimana, akan ku cari
Aku menangis seorang diri
Hatiku slalu ingin bertemu
Untukmu aku bernyayi

Untuk ayah tercinta
Aku ingin bernyanyi
Walau air mata
Di pipiku
Ayah dengarkanlah
Aku ingin berjumpa
Walau hanya dalam
Mimpi..

Lihatlah, hari berganti
Namun tiada seindah dulu
Datanglah, aku ingin bertemu
Untukmu, aku bernyanyi

Untuk ayah tercinta
Aku ingin bernyanyi
Walau air mata
Di pipiku
Ayah dengarkanlah
Aku ingin berjumpa
Walau hanya dalam
Mimpi..

Oleh : Rinto Harahap

-------------------------------------------


Mata Ayah

Kujabat mesra tangan ayah
Urat-urat daging-daging tua keras terasa
Mataku tersenyum, matanya menyapa
Anak yang pulang disambut mesra.

Tapi matanya. mata yang menatapku
Kolam-kolam derita dan pudar bulan pagi
Garis-garis putih lesu melingkungi hitam-suram
Suatu kelesauan yang tak pernah dipancarkan dulu.

Kelibat senyum matanya masih jua ramah
Akan menutup padaku kelesuan hidup sendiri
Bagai dalam suratnya dengan kata-kata siang
Memintaku pulang menikmati beras baru.

Anak yang pulang di sisi ayahnya maka akulah
merasakan kepedihan yang tercermin di mata
Meski kain pelekatnya bersih dalam kesegaran wuduk
Dan ia tidak pernah merasa, sebab derita itu adalah
dia.

Oleh : Usman Awang

-------------------------------------------

AYAH

Disetiap tetes keringatmu
Di derai lelah nafas mu
Di penuhi kasih sayang yang luar biasa
Demi aku kau rela disengat matahari
Hujan pun tak dapat membatasi mu
untuk aku anakmu...
Di setiap doamu kau haturkan segenap harapan
Ayah...
kan ku jaga setiap nasehatmu
Di setiap nafas ku
Di relung hati akan ku hangatkan namamu
Akan ku kobarkan semua impianmu
Hanya untuk menikmati senyum
Di ufuk senjamu Ayah

Oleh Ratih Anjelia Ningrum

-------------------------------------------

Terimakasih Teruntukmu Ayahku

Terimakasih...

Untuk semua mata yang rela tetap terbuka disaat kuhendak terlahir didunia

Untuk semua kekacauan pikiran namun tetap rela mengutamakanku

Untuk semua tenaga yang rela tetap bertahan demi pendidikanku

Terimakasih...

Atas teguran dan nasihat demi kebahagiaanku

Atas amarah dan kemurkaan penyimpangan kelakuanku demi kebaikanku

Atas omelan dan kerewelan demi kamajuanku

Terimakasih...

Ayah, kau mampu melawan badai demi impianku

Ayah, kau mampu melewati duri demi kesuksesanku

Ayah, kau mampu memadam bara api demi kebahagiaanku

Ayahku...

Maafkan, jika aku tak pernah mengerti

Maafkan, Apabila aku tak pernah menyadari

Maafkan, Bila aku tak cukup untuk memahami

Ayahku...

Terimakasih buat semua yang tak akan pernah bisa aku balas

Terimakasih untuk segala pikiran yang tak mampu aku cerna

Terimakasih atas pengorbanan semua waktu dan usia yang tak lain hanya demi kebahagiaanku


Karya : Arif

-------------------------------------------


Doa untukmu Ayah

Lembaran hidupku selalu bersamamu
melangkah kaki menuju cita dan asa
setiap langkahku doamu mengiringi
menjadi pagar tuk melangkah benar

kata bijak engkau sematkan di jalan hidupku
ayat kehidupan kau tanamkan ke diriku
tuk arungi dunia fana sementara
capai ridho Illahi

kini senjamu sudah menanti ayahku
kusadar waktu kapan saja menjemput
bait-bait doa slalu kupanjatkan untukmu
tuk kebaikan yang kau tanam untuk kami

Ya Allah berikanlah keselamatan untuk ayahku
baik di dunia maupun di akhirat
satukan kami kembali di surgamu
kabulkanlah doaku Ya Allah  

Oleh : Diendien Komaruddin

-------------------------------------------

                                                                                                                                                             
Demikian Contoh Puisi Ayah Memperingati Hari Ayah Nasional 12 November, semoga dapat bermanfaat dan doa kita selalu untuk ayah, ibu dan keluarga semoga senantiasa diberikan perlindungan oleh Allah SWT dalam mengarungi perjalanan hidup ini. Keep learning and sharing.
Share this with short URL:
Get Short URL
loading short url
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments