Hikmah dan Keutamaan Puasa Sunnah Syawal Selama 6 Hari

Hikmah dan Keutamaan Puasa Sunnah Syawal Selama 6 Hari

Hikmah dan Keutamaan Puasa Sunnah Syawal Selama 6 Hari

Alhamdulillah, setelah berjuang berpuasa selama sebulan penuh di bulan Ramadhan, beramal secara maksimal dan menahan hawa nafsu, akhirnya tibalah hari kemenangan atau hari raya Idul Fitri pada tanggal 1 Syawal. Insyaa Allah pada awal bulan Syawal kita termasuk orang-orang kembali ke fitrah, bersih, diampuni dosa dan kekhilapan kita baik terhadap Allah Subhanallahuwata'ala maupun terhadap sesama manusia.

Tibanya bulan Syawal memang menghadirkan suasana kegembiraan bagi semua, berkumpul dan bersilaturahmi dengan saudara, kerabat, tetangga dan sesama manusia. Meskipun begitu, hinggap juga kesedihan karena berlalunya bulan Ramadhan, dengan beberapa keutamaannya membuat kita selalu berdoa semoga diberi umur dan kesempatan untuk berjumpa lagi dengan bulan Ramadhan pada tahun depan.

Baca Juga : Kalender Puasa 2018 Panduan Puasa Sunnah dan Wajib Tahun 2018

Ada beberapa keutamaan pada bulan Syawal, salah satunya yaitu dianjurkannya untuk mengerjakan Puasa Sunnah Syawal selama 6 hari. Puasa sunnah Syawal ini dikerjakan setelah hari raya Idul Fitri, karena pada tanggal 1 Syawal haram hukumnya berpuasa. Keutamaan Puasa Sunnah Syawal selama 6  hari yaitu akan mendapatkannya pahala puasa selama setahun penuh. Hal ini berdasarkan Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim no. 1164).

Dari hadits ini menunjukan bahwa keutamaan puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal akan mendapatkan pahala berpuasa seperti puasa setahun apabila dikerjakannya juga puasa Ramadhan selama sebulan penuh.     

Lalu mengapa puasa sunnah 6 hari pada bulan Syawal mendapatkan pahala puasa selama setahun? Hal ini didasarkan dari hadits Tsauban berikut ini :


عَنْ ثَوْبَانَ مَوْلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ قَالَ « مَنْ صَامَ سِتَّةَ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ كَانَ تَمَامَ السَّنَةِ (مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا

Dari Tsauban, bekas budak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Barangsiapa berpuasa enam hari di bulan Syawal setelah Idul Fithri, maka ia telah menyempurnakan puasa setahun penuh. Karena siapa saja yang melakukan kebaikan, maka akan dibalas sepuluh kebaikan semisal.”  (HR. Ibnu Majah no. 1715. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Baca juga : Doa ISLAM sehari-hari LENGKAP Bahasa Arab dan Terjemah

Dari hadits di atas menunjukan bahwa apabila berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadhan maka akan dibalas dengan 10 bulan kebaikan puasa. Dan apabila setelah Idul Fitri mengerjakan puasa 6 hari di bulan Syawal maka akan dibalas dengan 2 bulan kebaikan puasa. Jadi apabila dijumlahkan akan berjumlah 12 bulan kebaikan puasa atau sama dengan setahun kebaikan puasa.

Cara Melaksanakan Puasa Sunnah Syawal
  1. Puasa sunnah Syawal dikerjakan selama 6 hari.
  2. Puasa sunnah Syawal dikerjakan pada bulan Syawal, namun lebih utama apabila dikerjakan pada awal bulan syawal.  
  3. Puasa sunnah Syawal lebih utama dikerjakan secara berurutan, namun tidak apa-apa jika dikerjakan tidak berurutan juga. Dikerjakan secara berututan akan mempermudah dalam menghitung jumlah puasa sunnah syawal.
  4. Bagi yang puasa Ramadhannya belum penuh atau ada yang bolong, usahakan untuk mengqodho' puasa Ramadhannya dulu, karena qodho' puasa Ramadhan hukumnya wajib, dan  juga agar mendapatkan pahala puasa Syawal setahun penuh.
  5. Boleh berpuasa sunnah Syawal pada hari Jum'at dan hari Sabtu.
    Para ulama Syafi'iyah berpendapat makruh berpuasa pada hari Jum'at secara bersendirian (hanya hari Jum'at saja). Namun apabila sebelum dan sesudah hari Jum'at juga mengerjakan puasa atau berpuasa karena kebiasaan atau nadzar misal sembuh dari sakit dan bertepatan dengan hari Jum'at maka tidaklah makruh. (Al Majmu' Syarh Al Muhaddzab, 6:309).
    Apabila saat mengerjakan puasa sunnah syawal ternyata ada yang jatuh pada hari Sabtu, maka boleh dikerjakan puasa tersebut pada hari Sabtu asalkan pada hari sebelum atau sesudahnya juga mengerjakan puasa. Berpuasa pada hari sabtu juga boleh apabila bertepatan dengan kebiasaan puasanya misal puasa daud, puasa ayyamul bid (13,14,15 setiap bulan Hijriyah), puasa Arafah, dan mengqodho' puasa Ramadhan.
Baca Juga : Hikmah dan Keutamaan Puasa Sunnah Arafah di Bulan Dzulhijjah

Demikianlah keutamaan puasa sunnah Syawal selama 6 hari, melaksanakan puasa sunnah Syawal 6 hari setidaknya mengobati rasa kehilangan kita setelah berlalunya bulan Ramadhan yang penuh keberkahan. Semoga kita termasuk orang yang dimampukan untuk mengerjakan amalan puasa sunnah Syawal selama 6 hari. Wallahu a'lam bish-shawabi. Keep learning and sharing.

Sumber : muslim.or.id   
Share this with short URL:
Get Short URL
loading short url
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments