Tips Cara Memberi ASI Perah Menggunakan Pipet Plastik

Tips Cara Memberi ASI Perah Menggunakan Pipet Plastik

Tips Cara Memberi ASI Perah Menggunakan Pipet Plastik

Bagi seorang ibu memiliki seorang bayi merupakan anugrah dan karunia yang luar biasa besarnya yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Setelah proses mengandung selama 9 bulan, dilanjutkan dengan proses menyusui bayi dengan ASI. Sangat direkomendasikan agar ibu memberikan ASI Ekslusif, yaitu dengan memberikan ASI secara 6 bulan, tanpa diberi makanan atau minuman lain selain ASI.

Untuk para ibu yang hanya memiliki kegiatan di rumah saja, pemberian ASI Ekslusif merupakan hal yang mudah untuk dilakukan, namun berbeda dengan para ibu yang berkegiatan di luar rumah juga atau wanita karir. Para ibu yang memiliki karir atau pekerjaan di luar rumah memiliki tantangan dan hambatan yang tidak mudah untuk tetap memberikan ASI Ekslusif. Namun seiring dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, memberi ASI Ekslusif bagi bayi oleh ibu karir bisa dilakukan dengan mudah. Ibu karir harus menyediakan waktu untuk memeras ASI dan disimpan ke dalam pendingin (kulkas). Apabila ibu karir beraktivitas secara mobile, ASI dapat juga disimpan ke dalam tas khusus yang didalamnya terdapat Es atau biasa disebut Blue Ice. Selain memeras dan menyimpan ASI, hal lainnya yang harus diketahui yaitu cara memberikan ASI yang telah diperas kepada bayi. Ada beberapa cara untuk memberikan ASI kepada bayi.

Secara umum banyak ibu yang menggunakan dot dalam memberikan ASI kepada bayi. Sebagian lainnya menggunakan Pipet, sendok, gelas sloki dan spuit (suntikan tanpa jarum) dalam memberikan ASI kepada bayinya. Memberi ASI menggunakan dot hampir sebagian besar (di atas 90%) dilakukan oleh para ibu kepada bayinya, karena memang sudah menjadi kebiasaan yang turun temurun dan lebih praktis, simpel dalam menggunakannya. Namun fenomena ini telah banyak dibahas karena ada beberapa pengaruh yang kurang baik dari penggunaan dot pada bayi.

Selain memberi ASI Perah menggunakan botol dot, cara lainnya yaitu dengan menggunakan Pipet, sendok, gelas sloki dan spuit. Dari beberapa cara di atas, 1 cara telah dipraktekan oleh Masdinko yaitu menggunakan pipet (BPA Free) pada bayi laki-laki berumur 2,5 bulan. Bayi yang selama 2,5 bulan terbiasa mendapat asi langsung dari ibunya, dan tiba-tiba harus digantikan sementara (selama ibunya bekerja) menggunakan pipet pada awalnya memang tidak mudah. Pemberian ASI Perah ini tidak boleh diKita harus siap-siap menghadapi perilaku bayi yang menangis terus dan tidak mau meminum ASI melalui pipet. Perilaku bayi seperti ini memang terjadi pada awal saja sebagai adaptasi saja. Proses adaptasi ini berlangsung selama kurang lebih 3-4 hari, dan yang terpenting kita harus terus membiasakan menggunakannya, agar bayi juga terbiasa. Penggunaan pipet ini hanya pada saat ibu bayi bekerja, apabila sudah pulang ke rumah bayi kembali mendapat asupan ASI langsung dari ibunya, jadi produksi ASI akan stabil.

Lalu bagaimana tips memberi ASI Perah menggunakan pipet plastik dan cara menyajikannya kepada bayi ? yuk kita simak tipsnya berikut ini :

1. Memilih Pipet Plastik (BPA Free)
Pipet plastik ini umumnya digunakan untuk memberikan obat pada anak kecil namun dapat pula digunakan untuk memberikan ASI Perah. Yang harus diperhatikan dalam memilih Pipet yaitu :
a. Terbuat dari bahan yang BPA Free
b. Jangan menggunakan pipet yang terbuat dari kaca
c. Gunakan pipet yang berukuran besar, agar bayi merasakan sensasi seperti menyusu ke ibunya, namun tidak akan membuat bayi bingung puting.

 Pipet di atas terbuat dari silikon dan plastik yang BPA Free. Ukurannya lebih besar dari pipet yang biasa dijual di apotek. Untuk membelinya bisa di toko online di Tokopedia maupun di Bukalapak dengan harga sekitar 30 ribu sampai 35 ribu sepasang.

2. Menyimpan dan menggunakan ASI Perah
a. Memerah ASI dapat menggunakan tangan langsung atau menggunakan alat perah.
b. Simpan ASI Perah ke dalam botol kaca dan kemudian simpan di Freezer kulkas atau Tas Cooler. Apabila menggunakan Tas Cooler, simpan segera ASI Perah setelah sampai dirumah ke dalam freezer kulkas.
c. Untuk menggunakan ASI Perah dari kondisi beku di dalam freezer, pindahkan dulu botol ASI Perah ke bagian di luar freezer, supaya es pada botol mencair.
d. Setelah itu, Apabila akan diberikan sebanyak 1 botol, maka keluarkan dari kulkas 1 botol. Namun apabila dibutuhkannya hanya setengah botol, maka pindahkan setengah botol ke wadah yang lebih kecil, botolnya tetap dimasukan di dalam kulkas. Hal ini supaya ASI dalam botol tidak basi.
ASIP dinormalkan suhunya dengan cara direndam di air panas

e. ASI Perah masih dalam kondisi dingin, untuk menghangatkannya maka rendam wadah yang diisi ASI di dalam air panas, hal ini untuk menaikan suhu ASI.
f. Setelah ASI pada suhu normal (tidak panas dan tidak dingin), berikan pada bayi dengan menggunakan pipet tadi.

3. Memberikan ASI Perah menggunakan Pipet plastik
a. Siapkan pipet dan sterilkan dengan merendamnya di air panas.
b. Usahakan bayi dalam kondisi tidak menangis, jadi diberikan sebelum bayi menangis karena lapar, karena kalau bayi menangis akan sulit untuk memberikan ASI melalui pipet.
c. Kondisikan bayi dalam kondisi relax dan tenang, pakai stroler atau kereta dorong bayi agar lebih mudah dalam memberikannya. Kalau digendong akan terasa lebih sulit dalam memberikan ASI menggunakan pipet.
Posisi bayi dalam keadaan tiduran

d. Gunakan bantal agar kepala bayi sedikit tegak, supaya terhindar dari tersedak.
e. Solusi optional apabila bayi tidak mau minum, gunakan media mainan yang digantung untuk membuat bayi tenang dan terhibur.

Setelah diamati penggunaan pipet dalam pemberian ASI Perah pada bayi, dari jam 08.00 sampai dengan jam 14.00 bayi bisa menghabiskan ASI sebanyak 2-3 botol ASI ukuran 100 mL. Alhamdulillah cukup lumayan, pada jam 14.00 sampai malam, bayi diberi kembali ASI dari ibunya langsung. Pengaruh pada produksi ASI positif, stabil, karena isapan bayi pada ASI langsung tidak mengalami perubahan. Jadi bagi para ibu pejuang ASI Ekslusif silahkan bisa memilih cara yang mana yang cocok dengan bayinya. Informasi ini berdasarkan pengalaman pribadi yang mungkin hasilnya berbeda apabila diterapkan oleh pihak lain, silahkan isi komentar apabila ada hal-hal yang ingin ditanyakan ataupun sharing. Semoga bermanfaat. Keep learning and sharing.
Share this with short URL:
Get Short URL
loading short url
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments